Respon Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah Terhadap Kebijakan One Village One Product (OVOP) di Kota Pontianak

  • Hery Medianto Kurniawan
  • Rudy Triadi Yuliarto
  • Angga Heri Hanuari

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui bagaimana respon pelaku industri pengolahan lidah buaya (Aloe Vera) di Kota Pontianak dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak. Waktu penelitian dilakukan  selama 4 (empat) bulan yaitu pada bulan Juni 2017 – Agustus 2017, terhitung sejak pengumpulan data hingga selesai. Penelitian dilakukan di Kota Pontianak  dengan alasan karena di Kota Pontianak merupakan penghasil lidah buaya terbesar dan banyak terdapat pelaku usaha industri pengolahan lidah buaya. Selain itu pelaku industri pengolahan lidah buaya terkonsentrasi di Kota Pontianak dan dihadapkan secara langsung pada peluang dan tantangan dengan diberlakukannya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah dengan study lapang dan study pustaka. Dalam Study Lapang ini data-data yang diperlukan diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait serta laporan-laporan atau data-data yang ada hubungannya dengan kegiatan penelitian ini.  Study pustaka dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data kepustakaan baik berupa buku-buku, literatur-literatur maupun laporan-laporan atau data-data yang ada hubungannya dengan kegiatan penelitian ini. Penentuan sampel dengan cara sensus artinya semua anggota populasi menajdi sampel, sehingga jumlah sampel di dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif  yaitu melihat jawaban dari responden yang diperoleh kuesioner kemudian jawaban yang dikelompokkan menurut kriteria yang ada dimana keputusannya di dasarkan pada angka indeks. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa responden memberikan respon  sangat baik terhadap variabel pengetahuan tentang MEA, dengan nilai rata-rata sebesar 4,20 berada pada indeks perspesi  4,21 – 5,00. Responden memberikan respon  sangat baik terhadap variabel implikasi pemberlakuan MEA, dengan nilai rata-rata sebesar 4,34 berada pada indeks perspesi 4,21 – 5,00. Responden memberikan respon  sangat baik terhadap variabel kesiapan menghadapi MEA, dengan nilai rata-rata sebesar 4,25 berada pada indeks perspesi  4,21 – 5,00. Responden memberikan respon  sangat baik terhadap variabel peran Pemerintah menghadapi MEA, dengan nilai rata-rata sebesar 4,46 berada pada indeks perspesi 4,21 – 5,00.

 

Published
2018-02-22