PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS Chromolaena odorata DAN LIMBAH JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPAKULTIVAR KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae L.) PADATANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI POLYBAG

  • Setiawan Fakultas Pertanian, Universitas Panca Bhakti, Pontianak, Indonesia
Keywords: Kultivar, hasil, kol bunga

Abstract

Penelitian ini menggunakan  metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis kultivar yang digunakan dengan kode (K) yang terdiri dari tiga kultivar yaitu : K1 = White Shot;  K2 = Profita;  K3 = Snow White.

Faktor kedua merupakan kombinasi Chromolaena odorata (O), kompos limbah jagung (J) dan pupuk NPK dengan kode (C). Faktor kedua terdiri dari enam taraf perlakuan yaitu:

C0 = Kontrol (Tanpa perlakuan) ; C1 = 100 NPK% (Urea = 3.6 gr, SP-36 = 2 gr dan KCL = 2.5 gr/polybag) ; C2 = 200 gram/polybag O + 400 gram/polybag J + 0 % NPK (tanpa NPK) ;  =  200 gram/polybag O +  200  gram/polybag  J  + 50 %

 NPK  (Urea = 1.8 gram/polybag, SP-36 = 1 gram/polybag dan KCL = 1.25  gram/polybag) ; C4 = 100 gram/polybag O + 400 gram/polybag J + 50 % NPK (Urea = 1.8 gram/polybag, SP-36 = 1 gram/polybag dan KCL = 1.25  gram/polybag) ; C5 = 200 gram/polybag O + 400 gram/polybag J + 50 % NPK (Urea = 1.8 gram/polybag, SP-36 = 1 gram/polybag dan KCL = 1.25  gram/polybag).

Kombinasi perlakuan adalah :  K1C0;K1C1;K1C2;K1C3;K1C4;K1C5;K2C0;K2C1; K2C2;K2C3;K2C4;K2C5;K3C0;K3C1;K3C2;K3C3;K3C4;K3C5.

Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi perlakuan kompos Chromolaena odorata, Limbah tanaman jagung, dan beberapa kultivar kubis bunga berpengaruh sangat nyata secara statistik terhadap bobot kering bagian atas (gram), sedangkan pada variabel tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) berpengaruh tidak nyata. Interaksi antara perperlakuan kultivar dan kompos yang memberikan rerata tertinggi pada variabel bobot kering bagian atas (gram) yaitu pada perlakuan  (kompos Chromolaena odorata 200 gram/polybag, limbah jagung 200 gram/polybag dan NPK : Urea 1.8 gram/polybag, SP-36 1 gram/polybag dan KCL 1.25 gram/polybag). Dengan rerata 45.75 gram. Dan berbeda nyata dengan perlakuan K2C0, K2C1 dan K2C4 tetapi tidak berbeda nyata dengan K2C5.

Pada tinggi tanaman berpengaruh nyata terhadap perlakuan kompos, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan kultivar. Pada taraf perlakuan kompos yang menunjukan rerata tertinggi terhadap tinggi tanaman (cm) yaitu pada taraf perlakuan  (kompos Chromolaena odorata 200 gram/polybag, limbah jagung 400 gram/polybag, dan NPK, dimana Ureanya 1.8 gram/polybag, SP-36 1 gram/polybag dan KCL 1.25 gram/polybag) berbeda nyata dengan C0, C1 dan C2 tetapi tidak berbeda nyata dengan C3 dan C4 dengan rerata tinggi tanaman 21.29 cm.

Dan pada jumlah daun berpengaruh nyata baik terhadap kultivar maupun kompos. Sedangkan pada perlakuan kultivar yang menunjukan rerata tertinggi pada jumlah daun yaitu pada kultivar K3 (Kultivar Snow White) dengan rerata jumlah daun 19.69 helai, berbeda nyata dengan K1 (Kultivar White Shot) dan K2 (Kultivar Profita). K2 (Kultivar Profita) dengan rerata jumlah daun 17.53 helai, berbeda nyata dengan K1 (Kultivar Snow White) dan K3 (Kultivar White Shot), dan K1 (kutivar Snow White) dengan rerata jumlah daun 13.70 helai. Berbeda nyata dengan  (Kultivar Profita) dan K3 (Kultivar White Shot). Selanjutnya untuk perlakuan kompos yang menunjukan hasil rerata tertinggi terhadap jumlah daun yaitu pada perlakuan C2 (kompos Chromolaena odorata 200 gram/polybag, limbah jagung 400 gram/polybag dan NPK 0 %) dengan rerata jumlah daun 20.06 helai. Serta berbeda sangat nyata terhadap C0,C1,C3,C4, dan C5.

Published
2019-04-01